Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Prabowo: Harga Pupuk Turun, Stok Bertambah

Kabar-Tani.com|- JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Prabowo menyebut harga pupuk berhasil ditekan sementara ketersediaannya justru meningkat.

Prabowo menyampaikan klaim tersebut saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat malam, 18 September 2026.

Menurut dia, penurunan harga pupuk yang dibarengi dengan bertambahnya volume pupuk menjadi salah satu capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

“Harga pupuk turun, tapi jumlah pupuk tambah,” kata Prabowo dalam acara tersebut, seperti dikutip dari siaran YouTube PAN TV.

Pernyataan itu kembali menegaskan salah satu agenda pemerintah di sektor pangan, yakni memperbaiki akses petani terhadap sarana produksi sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.

Prabowo Sebut Harga Pupuk Turun, Volume Bertambah

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah perubahan kebijakan untuk memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk.

Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Agustus 2026,

Prabowo menyebut pemerintah telah menghapus 145 aturan terkait penyaluran pupuk.

Ia juga menyatakan harga pupuk bersubsidi turun 20 persen dan volume ketersediaannya meningkat.

Klaim mengenai penurunan harga pupuk tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai harga pupuk bersubsidi.

Prabowo mengatakan kombinasi antara harga yang lebih rendah dan ketersediaan pupuk yang lebih besar diharapkan membuat petani lebih mudah memperoleh pupuk.

Pada akhirnya, kondisi tersebut menurut dia dapat membantu meningkatkan produksi pertanian dan mempercepat pencapaian swasembada pangan.

“Pertama kali dalam sejarah Indonesia kita bisa turunkan harga pupuk. Harga pupuk turun, tapi jumlah pupuk bertambah,” ujar Prabowo dalam sambutannya di HUT PAN.

Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8 Persen

Selain soal harga dan pasokan pupuk, Prabowo menyoroti kinerja keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Ia menyebut laba perusahaan pelat merah tersebut melonjak hingga sekitar 252 persen.

Angka itu sejalan dengan laporan kinerja Pupuk Indonesia pada semester I 2026.

Berdasarkan laporan perusahaan, Pupuk Indonesia membukukan laba bersih Rp8,51 triliun sepanjang Januari-Juni 2026.

Nilai tersebut meningkat sekitar 252,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, pendapatan perusahaan mencapai Rp59,67 triliun, tumbuh 51 persen, sementara EBITDA meningkat 140 persen menjadi Rp14,28 triliun.

Dengan demikian, kenaikan laba 252,8 persen yang disampaikan Prabowo merujuk pada perbandingan kinerja semester I 2026 dengan semester I 2025.

Prabowo menggunakan peningkatan tersebut untuk menggambarkan adanya perubahan dalam pengelolaan BUMN.

Ia menilai peningkatan keuntungan Pupuk Indonesia terjadi bersamaan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk dan meningkatkan volume ketersediaannya.

“PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252 persen,” kata Prabowo.

Namun, laporan Pupuk Indonesia menyebut peningkatan kinerja semester I 2026 juga ditopang oleh penerapan operational excellence, disiplin biaya, peningkatan produktivitas, serta efisiensi di berbagai lini bisnis.

Prabowo Klaim 125 Kebijakan dalam Kurang dari Dua Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan capaian pemerintahannya sejak mulai memimpin Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah telah menghasilkan 125 kebijakan dalam waktu kurang dari dua tahun.

Prabowo menilai sejumlah kebijakan tersebut mulai memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Tidak sampai dua tahun kita sudah menghasilkan 125 kebijakan luar biasa, kalian merasakan,” ujar Prabowo.

Ia kemudian menjadikan kebijakan penurunan harga pupuk sebagai salah satu contoh yang menurutnya menunjukkan perubahan dalam tata kelola sektor pertanian.

Pernyataan mengenai 125 kebijakan tersebut merupakan klaim yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya dan menjadi bagian dari penjelasannya mengenai kinerja pemerintah selama hampir dua tahun masa pemerintahan.

Harga Pupuk dan Swasembada Pangan

Kebijakan pupuk ditempatkan pemerintah sebagai salah satu bagian penting dalam agenda swasembada pangan.

Dalam pidato kenegaraan Agustus lalu, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Dalam kerangka tersebut, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi petani.

Pemerintah berupaya memangkas sejumlah aturan distribusi dan meningkatkan ketersediaan pupuk.

Di sisi lain, perusahaan produsen pupuk juga dituntut menjaga efisiensi agar penurunan harga bagi petani tidak mengganggu keberlanjutan kinerja perusahaan.

Data semester I 2026 menunjukkan Pupuk Indonesia memang mencatat pertumbuhan laba yang sangat tinggi.

Perusahaan menyatakan peningkatan tersebut didukung oleh produktivitas dan efisiensi biaya operasional.

Dengan demikian, pernyataan Prabowo mengenai harga pupuk yang turun dan laba Pupuk Indonesia yang meningkat merujuk pada dua sisi kebijakan dan kinerja yang berjalan secara bersamaan: akses pupuk bagi petani serta perbaikan kinerja korporasi BUMN.

Bagi pemerintah, kondisi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produksi pangan nasional.

Sementara bagi Pupuk Indonesia, pertumbuhan laba menunjukkan peningkatan kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *