Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Harga Kopi Dunia Naik Tajam, Arabika dan Robusta Kembali Menguat

Kabar-Tani.com|- Jakarta – Harga kopi dunia kembali menguat pada perdagangan akhir pekan, Sabtu, 26 September 2026.

Kenaikan terjadi pada kontrak berjangka arabika dan robusta setelah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) mendorong aksi beli kembali oleh pelaku pasar.

Mengutip Barchart, kontrak kopi arabika Desember naik 1,85 persen, sedangkan robusta November menguat 1,88 persen.

Penguatan tersebut membawa harga arabika ke level tertinggi dalam sepekan setelah sebelumnya berada di bawah tekanan selama sekitar empat minggu.

Kenaikan harga kali ini terutama dipengaruhi faktor teknis.

Sejumlah dana investasi disebut melakukan short covering atau menutup posisi jual setelah harga kopi mengalami penurunan tajam.

Di sisi lain, pasar masih menghadapi tekanan dari prospek pasokan yang melimpah.

Conab pada 25 September menaikkan proyeksi produksi kopi Brasil 2026 menjadi 67,6 juta karung, dari sebelumnya 66,7 juta karung.

Produksi arabika Brasil diperkirakan mencapai 48,21 juta karung, naik 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara produksi robusta diproyeksikan turun 6,6 persen menjadi 19,39 juta karung.

Organisasi Kopi Internasional (ICO) sebelumnya memperkirakan produksi kopi global 2025-2026 mencapai rekor 183,6 juta karung.

Angka tersebut lebih tinggi 4,4 persen dibandingkan musim sebelumnya.

Konsumsi global diperkirakan 180,6 juta karung sehingga pasar berpotensi mencatat surplus sekitar 3 juta karung.

Stok arabika masih rendah

Selain aksi beli teknis, rendahnya stok arabika bersertifikat di bursa turut menopang harga.

Stok ICE tercatat 258.415 karung pada akhir pekan, meningkat dari titik terendah 27 tahun sebesar 217.646 karung yang tercatat sepekan sebelumnya.

Meski mulai pulih, jumlah tersebut masih jauh di bawah 643.341 karung pada periode yang sama tahun lalu.

Sekitar 18.000 karung lainnya masih menunggu proses penyortiran dan sertifikasi.

Sementara itu, stok robusta yang dipantau ICE meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam 10 bulan, yakni 5.398 lot.

Perkembangan cuaca juga menjadi perhatian pasar.

Kekeringan di sejumlah wilayah Amerika Tengah berpotensi memengaruhi prospek produksi, sedangkan kondisi cuaca di Brasil dan Vietnam masih menjadi faktor penting bagi arah harga kopi dunia.

Harga kopi domestik ikut melonjak

Penguatan pasar global turut tercermin pada harga kopi domestik.

Harga kopi di sejumlah daerah sentra produksi pada 26 September 2026 naik sekitar Rp1.000-Rp1.100 per kilogram, dengan harga menembus Rp93.000 per kilogram.

Dalam jangka pendek, harga kopi domestik diperkirakan masih bergerak dalam tren menguat dan berfluktuasi di kisaran Rp92.000-Rp94.000 per kilogram.

Namun, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi perkembangan pasokan Brasil, kondisi cuaca di negara produsen utama, serta aktivitas dana investasi di pasar berjangka.

Dengan demikian, penguatan harga kopi saat ini lebih banyak mencerminkan dorongan teknis dan kondisi stok arabika yang relatif rendah, sementara fundamental pasokan global masih memberikan tekanan terhadap harga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *