Kabar-Tani.com | – JAKARTA – Alim Setiawan mulai menjalani proses pengunduran diri dari jabatan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) setelah resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dalam perombakan Kabinet Merah Putih.
Meski demikian, pergantian kepemimpinan di kampus tersebut tidak berlangsung seketika karena masih ada tahapan administrasi dan koordinasi internal yang harus diselesaikan.
Alim mengatakan, proses transisi jabatan rektor sedang dikoordinasikan bersama empat organ di lingkungan IPB.
Koordinasi tersebut melibatkan Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar, serta unsur terkait lainnya dalam tata kelola perguruan tinggi.
“Kita sudah punya yurisprudensi tahun lalu ketika Rektor Arif ditugaskan sebagai Kepala BRIN, ada masa transisi,” ujar Alim saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin, 19 Oktober 2026.
Pengunduran Diri Rektor IPB Masih Tunggu Proses Internal
Menurut Alim, masa transisi diperlukan agar proses pergantian kepemimpinan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga perlu menyiapkan memorandum serah terima jabatan sebelum tanggung jawab sebagai rektor dialihkan kepada pejabat pengganti.
Pergantian rektor antarwaktu, kata dia, harus melalui sejumlah tahapan, termasuk mekanisme di Senat Akademik dan Majelis Wali Amanat.
Karena itu, penyelesaian proses tersebut membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pelantikan sebagai wakil menteri.
Alim memperkirakan masa transisi dapat berlangsung maksimal satu bulan apabila mengacu pada pengalaman pergantian kepemimpinan sebelumnya.
Meski demikian, durasi tersebut tetap bergantung pada proses dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh institusi.
Ia mengakui, perubahan kepemimpinan ini berpotensi menimbulkan dinamika di internal kampus.
Untuk itu, Alim mengaku masih menyerap aspirasi dari berbagai pihak agar proses peralihan jabatan dapat berlangsung dengan baik.
Agenda Wisuda Jadi Bagian dari Masa Transisi
Selain menyelesaikan administrasi pengunduran diri, Alim masih memiliki sejumlah agenda akademik yang harus dihadiri.
Ia menyebut terdapat tiga agenda wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
Agenda tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penyelesaian tugasnya sebagai rektor.
Di tengah persiapan menjalankan tanggung jawab baru di Kementerian Pertanian, Alim tetap harus memastikan proses transisi di IPB berjalan tertib.
Pengalaman pergantian kepemimpinan sebelumnya menjadi salah satu acuan bagi IPB dalam mengatur peralihan jabatan kali ini.
Dengan mekanisme yang sesuai aturan, proses tersebut diharapkan tidak mengganggu keberlangsungan kegiatan akademik maupun tata kelola kampus.
Alim Setiawan Masuk Kabinet Merah Putih
Alim Setiawan menjadi salah satu pejabat yang dilantik Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari perombakan jajaran pemerintahan yang turut mencakup sejumlah posisi wakil menteri dan kepala lembaga.
Selain Alim sebagai Wakil Menteri Pertanian, Prabowo melantik Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri, Pertahanan, dan Teknologi.
Jenderal TNI Richad Tampubolon juga dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
Sementara itu, M. Maulana Bungaran dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Di tingkat lembaga, Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi ditunjuk sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan Setyawan Pudyatmoko menjabat Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Penunjukan Alim sebagai Wamentan menandai peralihan perannya dari pimpinan perguruan tinggi ke jajaran pemerintahan pusat.
Di tengah perubahan tersebut, penyelesaian proses pengunduran dirinya dari jabatan Rektor IPB menjadi tahapan penting untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan aktivitas akademik di kampus.



