Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PANGAN  

Amran Bagi Tugas Dua Wamentan, Target Swasembada Pangan 2026

Kabar-Tani.com | – JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membagi tugas dua Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) berdasarkan latar belakang dan keahlian masing-masing.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat program strategis Kementerian Pertanian, mulai dari peningkatan produksi kedelai dan bawang putih hingga optimalisasi lahan serta pencetakan sawah baru.

Pembagian tugas tersebut diharapkan memperkuat koordinasi di lingkungan Kementerian Pertanian sekaligus mendorong tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, dan pemanfaatan teknologi pertanian.

Amran menyampaikan hal itu saat menerima Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet di Jakarta, Senin.

Dengan bergabungnya Alim, Kementerian Pertanian kini memiliki dua wakil menteri yang menangani bidang berbeda sesuai kompetensi masing-masing.

Alim Setiawan Fokus Kedelai dan Bawang Putih

Wamentan Alim Setiawan Slamet, yang memiliki latar belakang akademisi, mendapat mandat untuk meningkatkan produktivitas kedelai, mengembangkan bawang putih, serta memperluas areal tanam.

Perhatian terhadap kedua komoditas tersebut dinilai penting karena Indonesia masih perlu memperkuat produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.

Selain itu, Alim akan mendorong penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian.

Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi serta pengembangan sistem pertanian modern.

Amran juga menekankan pentingnya kerja sama dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan riset, inovasi, dan penerapan teknologi yang dapat menjawab persoalan nyata di lapangan.

Keterlibatan akademisi dinilai strategis untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan petani.

Dengan demikian, inovasi pertanian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi produksi.

Saleh Mustafa Percepat Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa yang berlatar belakang militer mendapat tanggung jawab untuk mengawal pelaksanaan program optimalisasi lahan, pompanisasi, dan percepatan pencetakan sawah baru di berbagai daerah.

Optimalisasi lahan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia.

Adapun pompanisasi diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi pertanian, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan pasokan air.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan indeks pertanaman, memperluas kesempatan tanam, dan menjaga produktivitas lahan.

Di sisi lain, pencetakan sawah baru menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi beras nasional.

Pelaksanaan program-program tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, kesiapan infrastruktur, serta pengawasan di lapangan.

Karena itu, pembagian tanggung jawab kepada Saleh Mustafa diharapkan mempercepat eksekusi program sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.

Amran Optimistis Swasembada Pangan Berkelanjutan

Amran optimistis pembagian tugas berdasarkan keahlian dapat mempercepat pencapaian target swasembada beras dan pangan berkelanjutan pada 2026.

Ia berharap upaya tersebut tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan pangan nasional pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Amran, kehadiran dua wakil menteri merupakan tambahan kekuatan bagi organisasi Kementerian Pertanian.

Pembagian tugas yang jelas diharapkan membuat program prioritas berjalan lebih terarah, terukur, dan saling mendukung.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan pembangunan pertanian harus berpihak kepada petani.

Sebab, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari perbaikan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Ke depan, pencapaian swasembada pangan membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan penguatan teknologi, pengelolaan lahan, ketersediaan air, serta keberlanjutan usaha tani.

Dengan pembagian peran tersebut, Kementerian Pertanian berupaya memperkuat pelaksanaan program strategis di berbagai lini.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kebijakan dapat diterapkan secara efektif di lapangan sehingga target swasembada pangan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *