Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
DAERAH  

Hadapi Ancaman El Nino, Benih Cabai Tahan Penyakit Jadi Andalan Petani

Kabar-Tani.com|- JAKARTA – Kemarau panjang akibat El Nino meningkatkan risiko gagal panen cabai di Indonesia.

Keterbatasan air, suhu tinggi, serta serangan hama dan penyakit membuat petani membutuhkan varietas yang mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) ialah cabai keriting hibrida Laba TAVI F1.

Varietas ini dikembangkan dengan ketahanan terhadap sejumlah penyakit, seperti layu bakteri, busuk akar akibat Phytophthora capsici, dan kompleks penyakit virus.

Ewindo mengklaim Laba TAVI F1 berpotensi menghasilkan panen 18–23 ton per hektare, dengan bobot rata-rata buah sekitar 8 gram.

Ketahanan terhadap penyakit diharapkan membantu petani menjaga produktivitas dan menekan risiko kerugian.

Sawal, petani cabai asal Jawa Tengah, mengaku mengalami gagal panen akibat kekeringan.

“Akibat tidak ada hujan kami gagal panen. Ada sebagian kecil tanaman yang bisa dipanen, tapi itu pun hasilnya tidak bagus,” ujarnya.

General Manager Commercial Ewindo, Budi Hariyono, mengatakan pengembangan varietas tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan benih yang sesuai dengan tantangan budidaya cabai di Indonesia.

Menurut Budi, penggunaan benih unggul perlu disertai pengelolaan irigasi yang efisien, perawatan tanaman, dan pengendalian hama terpadu agar potensi hasil panen dapat dioptimalkan.

Untuk memperluas pengetahuan petani, Ewindo menggelar edukasi budidaya cabai di sejumlah sentra produksi.

Salah satunya berlangsung di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dengan melibatkan sekitar 230 petani dari Simalungun, Batubara, dan Deli Serdang.

Penggunaan varietas tahan penyakit menjadi salah satu strategi menghadapi dampak perubahan iklim.

Namun, keberhasilan budidaya tetap bergantung pada ketersediaan air, teknik pemeliharaan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *