Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PANGAN  

Produksi Pangan Indonesia Lampaui Kebutuhan Nasional

Kabar-Tani.com. – JAKARTA — Indonesia mencatat perkembangan penting di sektor pangan.

Pemerintah menyebut produksi nasional pada delapan komoditas pangan strategis pada 2026 telah mampu memenuhi, bahkan melampaui kebutuhan dalam negeri.

Capaian itu mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa, 1 September 2026.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menilai keberhasilan tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan peningkatan kapasitas produksi pertanian nasional.

Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton.

Jagung juga diproyeksikan mencapai 18 juta ton, melebihi kebutuhan 16,44 juta ton.

Surplus juga tercatat pada komoditas lainnya.

Produksi gula konsumsi diperkirakan mencapai 3,04 juta ton, daging ayam ras 4,90 juta ton, dan telur ayam ras sekitar 6,99 juta ton.

Di sektor hortikultura, produksi cabai besar diproyeksikan mencapai 1,52 juta ton dan cabai rawit 1,51 juta ton.

Sementara bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton.

Jika digabungkan, produksi delapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton.

Artinya, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut bukan hasil kerja Kementerian Pertanian semata.

Menurut dia, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan berbagai pemangku kepentingan.

Capaian surplus tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan produksi yang berada di atas kebutuhan domestik, Indonesia memiliki cadangan lebih besar untuk menghadapi gangguan pasokan, perubahan iklim, hingga gejolak harga pangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *