Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PANGAN  

Papua: Fondasi Baru Ketahanan Pangan Nasional — Swasembada dari Akar Lokal

Kabar-Tani.com|- Sorong — Tanah Papua tak lagi sekadar wilayah yang menerima pasokan pangan dari luar.

Kini, dengan kekayaan lahan dan tradisi pangan lokal yang melimpah, kawasan ini ditetapkan sebagai salah satu pilar strategis ketahanan pangan nasional.

Kementerian Pertanian bersama pemerintah pusat mendorong pengembangan sagu, ubi, hingga sawah — dengan masyarakat adat sebagai pelaku utama — agar Papua tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga mampu menyuplai kawasan timur Indonesia.

Komitmen itu ditegaskan dalam PAPEDA Summit 2026 yang berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, pada 24 September 2026.

Forum yang dihadiri lebih dari seribu peserta ini menjadi ruang temu pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan untuk menyusun jalan pembangunan Papua yang berkelanjutan dan berakar pada potensi lokal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kemandirian pangan Papua harus tumbuh dari sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat.

“Pangan untuk saudara-saudara kita di Papua harus dipenuhi dari Papua sendiri. Beras, sagu, ubi, dan pangan lokal lainnya harus kita kembangkan bersama masyarakat setempat,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan forum tersebut.

Ia melihat peluang besar Papua untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi menjadi penyangga pangan kawasan timur.

Target pengembangan hampir satu juta hektare sawah serta penerapan mekanisasi pertanian modern diyakini mampu mewujudkan hal itu.

“Kalau itu berhasil, Papua bisa mensuplai kebutuhan seluruh Papua sampai Maluku, tidak perlu lagi datang dari jauh,” tegasnya.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menjelaskan pendekatan pembangunan pertanian di Papua tidak mengabaikan kearifan lokal.

Program cetak sawah berbasis komunitas yang telah berjalan sejak 2024 dibangun di atas empat pilar utama: penghormatan hak ulayat tanpa pengambilalihan lahan, penggerak ekonomi langsung bagi masyarakat, pembentukan Brigade Pangan untuk memberdayakan pemuda tempatan, serta pengawalan terpadu bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Pendekatan ini menjamin peningkatan produksi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pemilik lahan.

Dukungan teknologi, benih unggul, infrastruktur pertanian, dan pendampingan disiapkan pemerintah agar masyarakat setempat mampu mengelola sumber dayanya secara mandiri.

Dengan kekayaan sumber daya dan kearifan lokal yang tak tertandingi, Papua berpeluang besar melepaskan ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Melalui kolaborasi inklusif yang digagas PAPEDA Summit 2026, Tanah Papua siap tumbuh sebagai salah satu kekuatan pangan baru Indonesia — mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *