Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PETANI  

Warga Binaan Lapas Batulicin Panen 40 Kg Kangkung

Kabar-Tani.com|- BATULICIN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kalimantan Selatan, kembali mencatat hasil dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan.

Sebanyak 40 kilogram kangkung dipanen dari lahan pertanian yang dikelola Warga Binaan pada Rabu, 9 September 2026.

Panen tersebut tidak berhenti sebagai hasil produksi pertanian.

Seluruh kangkung yang dipanen langsung didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk menjadi tambahan konsumsi bagi Warga Binaan.

Pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan internal Lapas membuat kegiatan pertanian memiliki manfaat ganda.

Selain menjadi sarana pembelajaran keterampilan, aktivitas tersebut juga membantu menyediakan bahan pangan bagi lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan kegiatan bercocok tanam dirancang sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Warga Binaan mendapat pengalaman langsung dalam merawat tanaman, mulai dari proses pemeliharaan hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih keterampilan, ketekunan, dan tanggung jawab dalam mengelola tanaman hingga menghasilkan panen,” kata Harry.

Menurut dia, proses pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil akhir.

Rutinitas merawat tanaman juga menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial I mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut dia, aktivitas bertani membuat waktu selama menjalani masa pembinaan dapat diisi dengan kegiatan yang produktif.

Tantangan muncul ketika tanaman harus dirawat di tengah kondisi kemarau.

Keterbatasan air membuat penyiraman harus dilakukan secara rutin agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.

“Walaupun kondisi sedang kemarau, saya tetap semangat merawat dan menyiram tanaman setiap hari agar pertumbuhannya maksimal sampai panen,” ujar I.

Perawatan secara konsisten akhirnya menghasilkan panen 40 kilogram kangkung.

Hasil tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi Warga Binaan melalui Dapur Sehat Lapas Batulicin.

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian tersebut.

Ia menilai pembinaan berbasis keterampilan praktis penting untuk mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Saya berharap seluruh Warga Binaan serius mengikuti setiap kegiatan yang diberikan karena keterampilan dan pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” kata Thoha.

Program pertanian di Lapas Batulicin menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menggabungkan aspek keterampilan dan pemanfaatan hasil produksi.

Warga Binaan tidak hanya belajar mengelola tanaman, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana hasil kerja mereka dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Panen kangkung sebanyak 40 kilogram ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai guna.

Di tengah tantangan musim kemarau, ketekunan Warga Binaan dalam merawat tanaman menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan dan tanggung jawab.

Lapas Batulicin pun terus mendorong agar kegiatan pertanian dapat berkembang sebagai bagian dari pembinaan produktif.

Harapannya, pengalaman yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *