Kabar-Tani.com|– MAKASSAR Senen, (14/09/26). — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka peluang bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh untuk membangun usaha di sektor pertanian.
Tak sekadar mengajak generasi muda turun ke sawah dan kebun, Kementerian Pertanian juga menyiapkan dukungan pengolahan lahan hingga pendanaan untuk pengembangan sejumlah komoditas strategis.
Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain kakao, mete, dan jagung.
Menurut Amran, mahasiswa atau alumni yang memiliki lahan berpotensi mendapat dukungan pemerintah untuk mengubah tanah yang belum produktif menjadi sumber penghasilan.
Gagasan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu, 12 September 2026.
“Kalau ada lahan, kami siapkan. Yang kami anggarkan sekarang ada kakao, mete, jagung. Itu gratis pengolahan tanahnya, tunjuk saja tanahnya, kami siapkan pendanaannya,” kata Amran.
Menurut dia, peluang tersebut terbuka untuk dikembangkan melalui kerja sama antara Kementan dan Unismuh.
Amran meminta pihak kampus segera berkomunikasi dengan jajaran Kementerian Pertanian untuk memetakan potensi lahan yang bisa digarap.
Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya berperan mencetak lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga dapat melahirkan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Sektor pertanian, kata dia, memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hortikultura hingga peternakan.
“Pak Rektor nanti komunikasi dengan Pak Dirjen dan Pak Kepala Badan yang saya bawa. Boleh. Kita ini harus kolaborasi. Kita ini harus produktif,” ujarnya.
Pertanian Bukan Pilihan Terakhir
Amran menilai masih ada anggapan di kalangan anak muda bahwa pertanian merupakan sektor yang kurang menjanjikan.
Padahal, menurut dia, dengan pengelolaan yang tepat dan penerapan teknologi modern, usaha pertanian dapat memberikan pendapatan yang besar.
Ia bahkan mencontohkan pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kopi dan kakao.
Lahan seluas beberapa hektare, kata dia, berpotensi menghasilkan pendapatan yang bersaing dengan pekerjaan formal.
“Bertani itu kalau kita tanam dua sampai tiga hektare atau lima hektare, apalagi kopi dan kakao, penghasilannya di atas pegawai negeri yang baru diterima,” kata Amran.
Ia juga menyinggung keberhasilan sejumlah pelaku pertanian modern yang disebut mampu memperoleh pendapatan hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Karena itu, Amran mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang terhadap dunia pertanian.
Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar dan lahan yang masih dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
“Jadi sebenarnya tidak ada kata menganggur. Negara kita ini besar, yang penting mau kerja. Persoalannya kalau pilih-pilih kerja,” ujarnya.
Bagi Amran, pertanian bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sektor ini memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia pun mendorong mahasiswa agar berani melihat lahan tidur sebagai peluang.
Dengan dukungan teknologi, modal, pendampingan, dan akses pasar, lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan dapat dikembangkan menjadi sumber usaha.
Dorong Generasi Muda Mandiri
Selain menawarkan peluang pengembangan pertanian, kunjungan Amran ke Unismuh juga diwarnai dengan pemberian bantuan kepada sejumlah mahasiswa baru.
Bantuan diberikan kepada mahasiswa penghafal Al-Quran serta mahasiswa yatim piatu yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Menurut Amran, perhatian terhadap generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan akademik.
Anak-anak muda juga perlu mendapatkan dukungan sosial agar tetap memiliki kesempatan untuk berkembang.
“Itu anak kita yang lagi berjuang. Tapi dia adalah yatim piatu, tidak ada bapak, tidak ada ibu. Bahkan ada yang numpang,” katanya.
Amran mengatakan dirinya memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada seorang mahasiswa yang kehilangan kedua orang tua.
Sementara sejumlah mahasiswa lainnya menerima bantuan Rp5 juta.
Di hadapan mahasiswa baru, Amran juga menekankan pentingnya pembangunan karakter.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran, kepedulian sosial, integritas, serta sikap antikorupsi.
“Ini harus kita dorong. Moral dan karakter harus dibangun dari masa muda, dari masa kecil, dari mahasiswa harus kita bangun,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki mental kuat dan keberanian untuk bekerja serta menciptakan peluang.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda, kata Amran, menjadi salah satu jalan untuk mempercepat pengembangan sektor pertanian nasional.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.
Di tengah tantangan ketenagakerjaan dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, Amran melihat kebangkitan sektor pertanian dapat menjadi salah satu jawaban.
Ia pun menutup pesannya kepada mahasiswa dengan ajakan untuk membangkitkan potensi yang masih belum dimanfaatkan.
“Kalau kita tidak mau menganggur, bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda tidur, Indonesia menjadi superpower,” kata Amran.



