Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Sapi Banyuwangi-Jakarta Segera Diangkut Kereta, Waktu Tempuh Maksimal 26 Jam

Kabar-Tani.com|- BANYUWANGI – Pengiriman sapi dari Banyuwangi ke Jakarta segera memiliki alternatif baru.

PT KAI Logistik tengah menyiapkan layanan angkutan ternak sekaligus hasil pertanian menggunakan kereta api yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September 2026.

Layanan ini dirancang untuk mempercepat distribusi komoditas dari daerah sentra produksi menuju wilayah dengan tingkat permintaan tinggi.

Banyuwangi menjadi salah satu titik penting dalam rencana tersebut, baik sebagai lokasi pemuatan maupun keberangkatan kereta menuju Jakarta Gudang.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan penggunaan kereta api diharapkan dapat membuat rantai distribusi ternak dan hasil pertanian menjadi lebih efisien.

Menurut dia, perjalanan menggunakan kereta api memiliki keunggulan dari sisi waktu tempuh dibandingkan pengangkutan melalui jalur darat.

Waktu pengiriman Banyuwangi-Jakarta ditargetkan maksimal sekitar 26 jam.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujar Broer.

Dua Stasiun di Banyuwangi Disiapkan

Dalam skema yang disiapkan KAI Logistik, terdapat dua stasiun di Banyuwangi yang akan digunakan sebagai lokasi pemuatan komoditas.

Keduanya adalah Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu.

Pemilihan Banyuwangi bukan tanpa alasan. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut memiliki basis produksi pertanian yang beragam serta populasi sapi yang dinilai mendukung pengembangan angkutan berbasis kereta api.

KAI Logistik melihat potensi tersebut dapat menjadi bagian dari sistem distribusi yang menghubungkan sentra produksi di daerah dengan pasar besar seperti Jakarta.

“Banyuwangi dipilih karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” kata Broer.

20 Gerbong Disiapkan dalam Sekali Perjalanan

KAI Logistik merencanakan penggunaan sekitar 20 gerbong dalam satu kali perjalanan.

Gerbong tersebut merupakan hasil modifikasi dari kontainer agar dapat digunakan untuk membawa ternak dan komoditas pertanian.

Tidak hanya sapi, layanan tersebut juga disiapkan untuk mengangkut berbagai produk pertanian.

Di antaranya buah-buahan, sayuran, cabai, serta komoditas lain yang membutuhkan distribusi dari Banyuwangi menuju pasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan kapasitas tersebut, keberadaan kereta logistik diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi peternak, tetapi juga memberikan alternatif bagi pelaku usaha pertanian dalam mengirim produk mereka ke pasar dengan waktu yang lebih terukur.

Model pengangkutan menggunakan kereta api juga dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya, khususnya untuk distribusi jarak jauh.

Menghidupkan Kembali Angkutan Ternak

Pengangkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api sebenarnya bukan konsep baru di Indonesia.

Menurut KAI Logistik, layanan serupa pernah dijalankan sejak era 1960-an hingga awal 2000-an.

Layanan tersebut kemudian berhenti. Kini konsep angkutan komoditas dengan kereta api kembali dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan distribusi dan karakteristik pasar saat ini.

KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport atau Bogantara sebagai mitra dalam pelaksanaan layanan tersebut.

Bogantara akan menangani sejumlah proses teknis di lapangan.

Tugasnya mencakup pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, proses pengemasan, pemuatan ke gerbong hingga pengantaran barang kepada konsumen.

Dengan pola tersebut, pengguna jasa tidak hanya memperoleh layanan perjalanan kereta, tetapi juga dukungan logistik dari titik awal hingga komoditas tiba di tujuan.

Peternak dan Petani Banyuwangi Berpeluang Raih Pasar Lebih Luas

Rencana pengoperasian kereta angkutan ternak dan hasil pertanian mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai hadirnya moda transportasi tersebut dapat memperluas akses pasar bagi produk pertanian dan peternakan lokal.

Menurut Ipuk, akses distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing komoditas daerah.

Dengan adanya jalur pengiriman baru menuju pusat permintaan, peluang produk Banyuwangi masuk ke pasar yang lebih luas semakin terbuka.

“Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk.

Jika terealisasi sesuai rencana, layanan kereta api tersebut akan menjadi pilihan baru bagi distribusi sapi dan komoditas pertanian Banyuwangi ke Jakarta.

Selain menawarkan waktu tempuh maksimal 26 jam, layanan ini diharapkan dapat memberikan kepastian pengiriman sekaligus menekan beban perjalanan ternak melalui jalur darat.

Pengoperasian pada akhir September 2026 akan menjadi tahap awal untuk melihat sejauh mana angkutan kereta api mampu menjawab kebutuhan logistik dari sentra produksi Banyuwangi menuju pasar utama di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *