Kabar-Tani.com|- JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 86.023 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) sepanjang 2026 untuk mempercepat modernisasi pertanian dan memperkuat swasembada pangan nasional.
Mekanisasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan modernisasi pertanian menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat produksi pangan selama pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Upaya tersebut dilakukan melalui deregulasi dan transformasi pertanian tradisional menuju sistem yang lebih modern.
Menurut Amran, sektor pertanian menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi dinilai penting untuk menjaga efisiensi sekaligus keberlanjutan usaha tani.
Dukungan alsintan difokuskan terutama pada tahap prapanen, termasuk pengolahan lahan dan penanaman.
Peralatan seperti traktor roda dua, traktor roda empat, traktor crawler, alat tanam, drone, dan pompa air memiliki fungsi berbeda sesuai kondisi lahan dan kebutuhan petani.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa efektivitas mekanisasi bergantung pada ketepatan pemilihan alat.
Jenis alsintan harus disesuaikan dengan karakteristik lahan, komoditas, serta kebutuhan usaha tani agar manfaatnya optimal.
Dari sisi teknis, mekanisasi berpotensi meningkatkan efisiensi waktu kerja hingga 97,4 persen dan menekan susut hasil menjadi sekitar 3,5–5,5 persen.
Namun, capaian tersebut bergantung pada jenis pekerjaan, peralatan, dan kondisi penerapannya di lapangan.
Kementan menekankan bahwa modernisasi pertanian tidak cukup hanya melalui pengadaan peralatan.
Pengelolaan yang baik, penggunaan sesuai peruntukan, serta pemanfaatan berkelanjutan menjadi faktor penting agar bantuan alsintan memberikan dampak nyata bagi petani.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan sistem produksi pertanian yang lebih efisien dan produktif sebagai salah satu fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.



