Kabar-Tani.com, – KULON PROGO, 4/09/26. – Ketidakpastian cuaca dan ketersediaan rumput segar menjadi tantangan yang kerap dihadapi peternak kambing di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi tersebut mendorong peternak mencari cara baru agar kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi sepanjang tahun.
Salah satu solusi yang mulai diperkenalkan kepada peternak adalah pembuatan pakan silase.
Teknologi sederhana ini dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan pakan sekaligus mengurangi ketergantungan peternak terhadap rumput segar.
Pelatihan pembuatan silase tersebut digelar melalui kolaborasi dinas terkait bersama tenaga ahli di bidang peternakan.
Kegiatan menyasar kelompok tani dan peternak kambing di wilayah Kulon Progo.
Bagi peternak, kemampuan membuat silase diharapkan menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan musim.
Terlebih ketika rumput sulit ditemukan, aktivitas mencari pakan yang selama ini dilakukan setiap pagi dan sore atau dikenal dengan istilah ngarit membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.
Silase Jadi Alternatif Pakan Saat Musim Sulit
Silase merupakan hijauan pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen atau anaerob.
Dengan metode tersebut, bahan pakan dapat disimpan dalam waktu tertentu sehingga bisa digunakan ketika pasokan hijauan segar berkurang.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai teori pengawetan pakan.
Mereka juga diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan silase, mulai dari menyiapkan bahan hijauan hingga proses penyimpanan.
Praktik langsung tersebut penting karena keberhasilan pembuatan silase sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan dan kondisi penyimpanan.
Bahan harus dipersiapkan dengan tepat dan ditempatkan dalam wadah yang minim udara agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik.
Kurangi Ketergantungan pada Rumput Segar
Penerapan silase di tingkat peternak diharapkan mampu mengubah pola penyediaan pakan yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan rumput di sekitar lingkungan kandang.
Dengan memiliki cadangan pakan, peternak dapat lebih siap menghadapi periode ketika hijauan sulit diperoleh.
Cara ini sekaligus berpotensi menghemat waktu dan tenaga yang biasanya digunakan untuk mencari rumput setiap hari.
Ketersediaan pakan yang lebih terencana juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi ternak.
Pakan yang diberikan secara konsisten dapat mendukung pemeliharaan kambing dan membantu peternak menjaga produktivitas usaha ternaknya.
Dorong Peternakan Lebih Efisien
Pelatihan tersebut tidak hanya memperkenalkan teknik baru, tetapi juga mendorong peternak Kulon Progo untuk mulai menerapkan manajemen pakan yang lebih efisien.
Pemanfaatan bahan hijauan yang tersedia di sekitar lingkungan peternakan menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan.
Ketika diolah dan diawetkan dengan teknik yang tepat, bahan tersebut dapat menjadi cadangan pakan yang bermanfaat pada saat tertentu.
Bagi kelompok tani, keterampilan membuat silase juga dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Produksi pakan secara kelompok berpotensi membuat pengelolaan bahan baku dan penyimpanan menjadi lebih terorganisasi.
Ke depan, penerapan teknologi pakan sederhana seperti silase diharapkan semakin luas di kalangan peternak kambing Kulon Progo.
Dengan demikian, persoalan ketersediaan pakan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca maupun keberadaan rumput segar setiap hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong usaha peternakan rakyat agar semakin efisien, adaptif terhadap perubahan musim, dan berkelanjutan.
sumber : Juru Tani







