Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PANGAN  

El Nino 2026 Tak Separah 2023, Mentan Klaim Produksi Pangan Nasional Tetap Aman

Kabar-Tani.com,- SUBANG — Pemerintah optimistis fenomena El Nino 2026 tidak akan memberikan pukulan besar terhadap produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut dampak kekeringan terhadap lahan pertanian tahun ini justru lebih kecil dibandingkan periode El Nino sebelumnya.

Amran mengatakan luas lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen pada 2026 mencapai sekitar 18 ribu hektare.

Angka tersebut berada di bawah catatan pada 2023 yang mencapai sekitar 25 ribu hektare.

“Puso tahun 2026 itu 18 ribu hektare. Sementara tahun 2023 itu 25 ribu hektare. Jadi lebih kecil tahun ini,” ujar Amran saat ditemui di BRMP Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Amran, perbedaan tersebut tidak terlepas dari langkah antisipasi pemerintah yang dilakukan lebih awal.

Salah satu strategi utama ialah memperluas penggunaan pompa untuk mengalirkan air ke area pertanian yang berisiko terdampak kekeringan.

Pompanisasi Jadi Andalan Hadapi El Nino

Pemerintah mengandalkan sejumlah strategi untuk menjaga produktivitas pertanian ketika pasokan air berkurang.

Selain pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya mitigasi.

Strategi tersebut dinilai penting karena dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan, tetapi juga dapat menghambat masa tanam dan meningkatkan risiko gagal panen di sejumlah sentra produksi.

Amran menyebut pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui metode budidaya tertentu serta pemanfaatan benih yang lebih adaptif terhadap kondisi kering.

Ia mencontohkan peningkatan produktivitas yang sebelumnya berada di kisaran 5 ton dapat didorong menjadi 10 ton.

Sementara produktivitas 6 ton ditargetkan meningkat menjadi sekitar 11 ton.

“Ketiga, kita tingkatkan produksi dua kali lipat seperti ini dengan metode PM AAS. Kemudian, keempat, benih yang tahan kekeringan,” kata Amran.

Pengalaman El Nino 2023 Jadi Pelajaran

Amran menilai pengalaman pemerintah menghadapi El Nino pada 2023 turut membantu dalam menyusun strategi menghadapi kondisi serupa pada 2026.

Menurut dia, mitigasi dilakukan sebelum dampak kekeringan meluas.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan tambahan pasokan air, tetapi juga berupaya menjaga produktivitas lahan agar produksi tetap berjalan.

Keyakinan pemerintah juga didukung oleh perkembangan produksi beras nasional.

Amran menyebut produksi beras hingga saat ini telah menembus lebih dari 31,4 juta ton.

Dengan capaian tersebut, dia memperkirakan ruang penurunan produksi akibat gangguan cuaca pada penghujung 2026 masih relatif terbatas.

“Sekarang posisinya produksi nasional sudah 31,4 juta ton lebih,” ujar dia.

Produksi hingga Oktober Jadi Penyangga

Amran memperkirakan produksi pada Oktober masih akan memberikan tambahan pasokan sebelum memasuki November dan Desember.

Karena itu, pemerintah memiliki waktu untuk mengantisipasi potensi gangguan produksi pada dua bulan terakhir tahun ini.

Ia bahkan membuat simulasi sederhana. Jika produksi bulan berikutnya hanya bertambah sekitar 1,5 juta ton dan terdapat pengurangan produksi sekitar 30 ribu ton, dampaknya terhadap keseluruhan produksi dinilai tidak terlalu signifikan.

Perhitungan tersebut menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah bahwa El Nino 2026 tidak akan mengguncang ketahanan pangan nasional.

Meski begitu, ancaman kekeringan tetap perlu diwaspadai. Perubahan pola cuaca dapat membuat kebutuhan air di sentra pertanian meningkat, sementara ketersediaannya tidak selalu merata.

Karena itu, perluasan pompanisasi, pembenahan irigasi, pemilihan varietas tahan kekeringan, serta peningkatan produktivitas menjadi instrumen penting untuk menjaga produksi pangan.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dampak El Nino terhadap pertanian dapat ditekan sekaligus memastikan pasokan beras nasional tetap terjaga hingga akhir 2026.

Fakta Utama

  • Lahan pertanian yang dilaporkan mengalami puso pada 2026 sekitar 18 ribu hektare.
  • Pada 2023, luas lahan puso disebut mencapai sekitar 25 ribu hektare.
  • Pemerintah memperkuat program pompanisasi untuk menghadapi kekeringan.
  • Perbaikan irigasi menjadi bagian dari mitigasi El Nino.
  • Pemerintah mendorong penggunaan benih tahan kekeringan.
  • Produksi beras nasional yang disebut pemerintah telah mencapai lebih dari 31,4 juta ton.
  • Pemerintah optimistis dampak El Nino terhadap produksi pangan 2026 dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *