Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PANGAN  

ADB: El Nino Tekan Ekonomi Asia hingga 2027

Kabar-Tani.com|- JAKARTA — Fenomena El Nino diperkirakan menjadi salah satu risiko yang menekan pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik hingga 2027.

Asian Development Bank (ADB) menilai dampaknya tidak hanya terasa di sektor pertanian, tetapi juga merambat ke energi, industri, transportasi, hingga produktivitas tenaga kerja.

Dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) September 2026 yang dirilis Rabu, 23 September 2026, ADB memperkirakan El Nino menguat hingga akhir tahun dan mencapai puncak sekitar November.

Anomali suhu permukaan laut diperkirakan mendekati 2,9 derajat Celsius.

ADB memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia dan Pasifik sebesar 5 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,5 persen pada 2025.

Dampak El Nino diperkirakan lebih terasa pada 2027 karena efek fenomena tersebut kerap berlanjut setelah mencapai puncak.

Pangan hingga energi

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan.

Kekeringan dan perubahan pola hujan dapat menurunkan produksi sejumlah komoditas pangan.

Beras mendapat perhatian khusus karena produksi padi tadah hujan di sejumlah negara Asia sangat bergantung pada pola monsun.

Gangguan produksi pangan juga berpotensi meningkatkan volatilitas harga komoditas.

Negara yang bergantung pada impor pangan dapat menghadapi tekanan tambahan ketika pasokan global terganggu.

Di sektor energi, suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan penggunaan listrik untuk pendingin ruangan.

Pada saat bersamaan, kekeringan berpotensi menurunkan produksi pembangkit listrik tenaga air atau hydropower.

Kondisi itu dapat mendorong negara meningkatkan penggunaan batu bara dan minyak untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Kenaikan permintaan energi kemudian berpotensi menambah tekanan terhadap harga dan inflasi.

Industri dan tenaga kerja ikut terdampak

Dampak El Nino juga dapat masuk ke sektor industri melalui kenaikan biaya bahan baku dan gangguan rantai pasok.

Komoditas seperti logam, kopi, kakao, dan minyak sawit termasuk yang dapat menghadapi tekanan pasokan.

Gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem turut berisiko menghambat kegiatan produksi dan perdagangan.

Infrastruktur seperti jalan, jembatan, jalur kereta, serta fasilitas pelabuhan dapat menghadapi tekanan akibat suhu ekstrem, kekeringan, maupun hujan deras.

ADB juga menyoroti produktivitas pekerja.

Suhu tinggi dapat mengurangi jam kerja dan output per jam, terutama bagi pekerja luar ruangan dan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik.

Pertanian, perikanan, konstruksi, serta pekerja informal menjadi kelompok yang relatif rentan terhadap tekanan panas.

Kelompok berpendapatan rendah juga menghadapi risiko lebih besar karena memiliki kemampuan yang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan harga pangan, kehilangan pendapatan, maupun gangguan layanan dasar.

Indonesia

Untuk Indonesia, ADB mencatat kondisi kering telah muncul di sejumlah wilayah.

Namun, ADB tidak memberikan estimasi khusus mengenai besaran penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebabkan langsung oleh El Nino.

ADB memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026 dan 2027.

Inflasi diproyeksikan mencapai 3,3 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027.

Angka tersebut merupakan proyeksi ekonomi secara keseluruhan, sehingga tidak dapat dibaca sebagai besaran dampak El Nino terhadap perekonomian Indonesia.

ADB dorong langkah antisipasi

ADB menilai kebijakan antisipasi perlu dilakukan sebelum El Nino mencapai puncaknya.

Pemerintah dapat memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air sekaligus memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.

Di sektor pertanian, langkah yang disarankan antara lain mempercepat penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, memperbaiki informasi musim dan irigasi, serta memperkuat cadangan pangan.

Untuk energi, diversifikasi sumber pembangkit dan pengelolaan permintaan listrik dinilai penting.

Sementara sektor industri perlu memperkuat diversifikasi pemasok dan persediaan bahan baku.

ADB juga mendorong pemerintah menyiapkan pembiayaan darurat, asuransi risiko bencana, serta mekanisme pembiayaan berbasis prakiraan.

Dengan langkah tersebut, dampak ekonomi dari El Nino dapat diantisipasi sebelum tekanan cuaca mencapai tingkat tertingginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *