Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Bill Gates Sebut Pemerintah Dunia Belum Siap Hadapi Dampak AI

US$1 Miliar untuk Memperluas Akses AI

Di tengah kekhawatiran terhadap risiko AI, Gates Foundation justru menyiapkan investasi besar untuk memperluas pemanfaatan teknologi tersebut bagi masyarakat yang selama ini memiliki akses lebih terbatas.

Gates Foundation pada Selasa mengumumkan rencana mengalokasikan sedikitnya US$1 miliar dalam dua tahun mendatang untuk memperluas akses terhadap AI.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari rencana pengeluaran yayasan sekitar US$9 miliar per tahun.

Dana AI akan diarahkan kepada mitra yang mengembangkan teknologi dan penerapannya di sejumlah sektor, terutama pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Yayasan juga berencana mendukung pembangunan infrastruktur data yang menjadi fondasi bagi pengembangan AI.

Salah satu perhatian yang disoroti adalah kemampuan model bahasa besar atau large language model (LLM) untuk digunakan dalam beragam bahasa yang dipakai masyarakat di dunia.

Langkah tersebut penting karena manfaat AI berpotensi tidak merata apabila teknologi hanya dikembangkan dan tersedia dalam bahasa serta ekosistem digital negara-negara maju.

AI Dinilai Bisa Membantu Negara Berkembang

Gates melihat AI tidak semata sebagai ancaman.

Jika dikembangkan dan digunakan secara tepat, teknologi ini menurut dia dapat membantu mempersempit kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang dianggap memiliki potensi terbesar.

“Untuk kesehatan, sulit untuk melebih-lebihkan potensinya,” kata Gates.

AI, menurut dia, dapat membantu tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan.

Teknologi tersebut juga berpotensi digunakan untuk mendukung penelitian dan proses penemuan obat serta vaksin baru.

Potensi serupa terdapat di bidang pendidikan dan pertanian.

Di wilayah yang kekurangan tenaga ahli, AI dapat menjadi salah satu alat untuk memperluas akses terhadap pengetahuan dan layanan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada pemerataan akses, ketersediaan data, infrastruktur digital, serta kemampuan pemerintah membuat aturan yang dapat mengikuti perkembangan teknologi.

Gates Samakan AI dengan “Kecerdasan Alien”

Untuk menggambarkan skala perubahan yang dibawa AI, Gates menggunakan perumpamaan yang tidak biasa.

Ia membandingkan kemunculan AI dengan cerita dalam film-film bencana ketika ancaman dari luar memaksa negara-negara yang sebelumnya berseberangan untuk bekerja sama.

“Ada berbagai film di mana beberapa alien datang, dan secara ajaib Amerika Serikat, China, dan semua orang bersatu untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Menurut Gates, AI memiliki karakter yang mirip dengan “kecerdasan alien” karena teknologi tersebut telah hadir dan berkembang di tengah masyarakat.

“AI agak seperti kecerdasan alien ini. Ia sudah ada di sini, dan kita sebaiknya melakukan seperti yang ditunjukkan dalam film-film tersebut,” kata Gates.

Pesan tersebut pada dasarnya menekankan kebutuhan akan kerja sama internasional.

Bagi Gates, tantangan AI bukan hanya persoalan perusahaan teknologi atau satu negara, melainkan persoalan global yang menyangkut pekerjaan, kesehatan, keamanan, pendidikan, dan kehidupan sosial.

Di tengah laju perkembangan AI yang semakin cepat, tantangan pemerintah bukan sekadar menentukan bagaimana teknologi itu dimanfaatkan.

Pemerintah juga harus menyiapkan kerangka kebijakan agar manfaat AI dapat menjangkau masyarakat luas sekaligus mengurangi risiko yang muncul dari penggunaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *