Kabar-Tani.com|- NGANJUK — Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat sektor bawang merah, mulai dari pendampingan petani hingga pembenahan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan hal itu saat menghadiri Pestani Bawang Merah Nyawiji di Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang, Senin, 7 September 2026. Kegiatan tersebut diinisiasi PT Petrokimia Gresik.
Marhaen menilai karakter petani Nganjuk yang berani mengambil peluang menjadi salah satu kekuatan sektor agribisnis daerah.
Ia menyebut perubahan pola pikir petani kini semakin terlihat.
“Petani kita hari ini adalah petani pengusaha, bukan lagi petani pekerja,” kata Marhaen.
Transformasi itu, menurut dia, turut didorong oleh generasi muda.
Sejumlah petani milenial mulai menggunakan teknologi pertanian, seperti sprinkler, drone untuk penyemprotan pupuk cair, hingga pemantauan lahan melalui smartphone.
“Regenerasi petani muda di Nganjuk sangat masif. Mereka tidak ragu memanfaatkan digitalisasi pertanian dan aktif melakukan edukasi melalui media sosial,” ujarnya.
Nganjuk saat ini memiliki lahan bawang merah lebih dari 22.000 hektare.
Selain bawang merah, daerah tersebut juga menjadi sentra sejumlah komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan cabai.
Untuk menjaga harga bawang merah tetap stabil selama periode panen Agustus-September, Pemkab Nganjuk menyiapkan tiga langkah utama, yakni mengatur pola panen secara berjenjang, memastikan pupuk tersedia tepat waktu, serta memberantas praktik spekulasi.
Pemkab juga memperketat pengawasan terhadap masuknya bawang merah dari luar daerah yang dinilai berpotensi menekan harga produk petani lokal.
Pemantauan distribusi dan pergerakan harga dilakukan bersama jajaran TNI Angkatan Laut.
Marhaen menegaskan kualitas bawang merah Nganjuk harus tetap menjadi prioritas.
“Jangan sampai ada barang dari luar masuk secara bebas lalu merusak patokan harga petani lokal,” tegasnya.
Jika harga di tingkat petani belum sesuai harapan, pemerintah menyediakan opsi tunda jual.
Pemkab Nganjuk bersama BPR Nganjuk juga siap mendukung kebutuhan permodalan petani.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Nganjuk berharap petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan nilai komoditasnya.



