Pengawasan Beras Fortifikasi Diperketat
Amran menegaskan pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap beras fortifikasi.
Ia juga meminta jajaran Bapanas melakukan pengawasan dan menindak pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Sekarang beras fortifikasi, yang melakukan manipulasi ditindak tegas,” ujar Amran.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan beras fortifikasi tidak hanya menyangkut kualitas pangan, tetapi juga akurasi informasi yang diterima konsumen.
Bagi masyarakat, informasi pada kemasan menjadi salah satu dasar ketika memilih produk pangan.
Karena itu, ketidaksesuaian antara klaim kandungan gizi dan kondisi sebenarnya dapat menimbulkan persoalan kepercayaan sekaligus merugikan konsumen.
Di sisi lain, pengawasan terhadap produk beras fortifikasi perlu berjalan seiring dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Harga, mutu, keamanan, serta ketepatan informasi produk menjadi sejumlah aspek yang harus diperhatikan agar program fortifikasi dapat memberikan manfaat secara optimal.
Dorongan Ajbar tersebut pada akhirnya menempatkan pelaku usaha sebagai salah satu pihak penting dalam menjaga kredibilitas produk beras fortifikasi.
Produk yang dipasarkan kepada masyarakat diharapkan tidak hanya memenuhi standar produksi, tetapi juga memberikan kandungan gizi sebagaimana informasi yang dijanjikan pada kemasan.



