Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PETANI  

NasDem Maluku Bidik Tanaman Aren, dari Nira Desa Menuju Pasar Ekspor

Kabar-Tani.com| – JAKARTA — Partai NasDem Maluku mendorong pengembangan tanaman aren sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Program tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena aren tidak hanya menghasilkan bahan baku pangan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah untuk pasar domestik maupun ekspor.

Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Abdullah Vanath, mengatakan pengembangan sektor pertanian di Maluku merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Salah satu komoditas yang dinilai memiliki prospek adalah tanaman aren.

Abdullah melihat komoditas tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

NasDem Maluku, kata Abdullah, akan mendorong pengembangan tanaman aren melalui organisasi sayap petani NasDem.

Pengembangan itu tidak berhenti pada budidaya tanaman, tetapi diarahkan hingga tahap pengolahan hasil agar nilai ekonominya semakin tinggi.

“Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nira yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab,” ujar Abdullah.

Aren Dinilai Punya Potensi Besar di Maluku

Abdullah menilai tanaman aren memiliki karakteristik yang sesuai dengan kondisi geografis Maluku.

Salah satu keunggulannya adalah kemampuan tanaman tersebut bertahan pada kondisi musim kemarau.

Menurut dia, akar pohon aren dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter.

Kondisi tersebut membuat tanaman aren memiliki daya adaptasi yang cukup baik dan berpotensi dikembangkan di berbagai wilayah Maluku.

Potensi tersebut, kata Abdullah, seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi budidaya.

Jika dikelola secara terintegrasi, aren dapat menjadi sumber bahan baku industri pengolahan sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru di pedesaan.

Nira yang selama ini dimanfaatkan masyarakat dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah gula aren dalam bentuk bubuk dan cair.

Produk tersebut kemudian diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

Mereka juga berpeluang memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk.

Tiga Pohon Aren Per Orang, Perputaran Ekonomi Diproyeksikan Besar

Abdullah menggambarkan besarnya potensi ekonomi tanaman aren dengan mengambil contoh jumlah desa di Maluku.

Maluku memiliki sekitar 1.200 desa.

Jika setiap desa memiliki masyarakat yang secara konsisten mengembangkan tanaman aren, menurut Abdullah, aktivitas produksi nira dapat menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.

Ia menyebut satu pohon aren dapat menghasilkan sekitar 15 liter nira per hari.

Dengan asumsi seorang warga memiliki tiga pohon aren yang produktif, produksi nira yang dihasilkan dapat mencapai puluhan liter setiap hari.

“Maluku itu terdiri atas 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung, minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter.

Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah,” kata Abdullah.

Proyeksi tersebut menunjukkan bagaimana komoditas yang selama ini dipandang sebagai hasil pertanian lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih besar.

Namun, pengembangan aren membutuhkan dukungan dari hulu hingga hilir.

Mulai dari penyediaan bibit, peningkatan kemampuan petani, teknologi penyadapan nira, pengolahan pascapanen, pengemasan, sertifikasi, hingga akses pasar.

Jika seluruh mata rantai tersebut dibangun secara terencana, manfaat ekonomi tanaman aren tidak hanya dirasakan oleh petani.

Peluang usaha juga dapat terbuka bagi kelompok pengolah, pelaku UMKM, distributor, tenaga kerja, hingga sektor logistik.

Menargetkan Pasar Eropa dan Negara-Negara Arab

Salah satu gagasan yang dibawa NasDem Maluku adalah meningkatkan nilai jual produk aren melalui diversifikasi.

Nira tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi gula aren bubuk maupun cair.

Diversifikasi produk menjadi penting karena pasar modern membutuhkan produk yang praktis, memiliki standar mutu, mudah dikemas, serta mempunyai daya simpan dan nilai jual yang lebih tinggi.

Abdullah menyebut pasar ekspor menjadi salah satu sasaran pengembangan produk tersebut. Eropa, Eropa Timur, dan kawasan Arab disebut sebagai wilayah yang berpotensi menjadi tujuan pemasaran.

Jika rencana tersebut dapat diwujudkan, Maluku tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah.

Daerah ini berpeluang membangun industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Konsep tersebut juga dapat memperkuat posisi petani dalam rantai pasok.

Semakin banyak proses pengolahan dilakukan di daerah, semakin besar pula potensi nilai ekonomi yang tertinggal dan berputar di masyarakat.

Pengentasan Kemiskinan Tak Hanya Menjadi Tugas Pemerintah

Abdullah juga mengaitkan pengembangan tanaman aren dengan persoalan kemiskinan.

Menurut dia, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

Partai politik dan organisasi masyarakat, kata dia, juga dapat mengambil peran melalui program yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua organisasi termasuk organisasi-organisasi politik harus bertanggung jawab untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujar Abdullah.

Menurut dia, program pemberdayaan ekonomi harus diarahkan kepada sektor yang memang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Di Maluku, sektor pertanian dan perikanan menjadi dua bidang yang dinilai memiliki peran strategis.

Karena itu, pemberdayaan petani dan nelayan disebut sebagai bagian dari strategi NasDem Maluku untuk mendorong peningkatan kesejahteraan.

Petani dan Nelayan Jadi Basis Penguatan Ekonomi Maluku

Selain tanaman aren, Abdullah mengatakan perhatian terhadap sektor pertanian dan nelayan menjadi bagian dari strategi yang lebih luas.

Menurut dia, masyarakat akan lebih mudah keluar dari kemiskinan apabila memiliki sumber pendapatan yang produktif dan berkelanjutan.

“Jika para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah-langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan mengubah kemiskinan di Maluku ini menjadi lebih baik,” kata Abdullah.

Pengembangan tanaman aren dengan demikian tidak hanya ditempatkan sebagai program pertanian.

Komoditas tersebut diarahkan menjadi bagian dari strategi ekonomi berbasis desa.

Model seperti ini dapat dimulai dari skala kecil.

Petani menanam aren, menghasilkan nira, kemudian hasilnya dikumpulkan dan diolah secara bersama.

Setelah memiliki kapasitas produksi dan standar kualitas yang memadai, produk dapat diarahkan ke pasar yang lebih besar.

Tantangan Ada di Hilirisasi dan Konsistensi Produksi

Meski memiliki potensi ekonomi, pengembangan aren tetap membutuhkan perencanaan yang matang.

Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Pasar ekspor juga membutuhkan standar kualitas yang konsisten.

Karena itu, pengembangan komoditas aren perlu disertai pembinaan petani, standardisasi produk, teknologi pengolahan, kemasan yang kompetitif, serta strategi pemasaran.

Di sisi lain, pembentukan kelembagaan petani juga menjadi faktor penting.

Petani yang bergerak sendiri-sendiri akan menghadapi keterbatasan dalam hal modal, teknologi dan akses pasar.

Jika dikelola melalui kelompok atau koperasi, produ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *