Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Sri Sultan HB X Minta Gunungkidul Fokus Pertanian, Bukan Industri

UMKM dan Petani Perlu Pendampingan Berkelanjutan

Sultan juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap pelaku usaha mikro dan petani.

Bagi pemerintah daerah, pekerjaan rumahnya bukan semata-mata memperkenalkan program baru, melainkan memastikan masyarakat mampu mengembangkan usaha dan memperoleh manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Pelaku UMKM kerap menghadapi kendala dalam memperluas pasar, menjaga kualitas produk, mengurus perizinan, serta memenuhi kebutuhan modal usaha.

Sementara itu, petani menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari cuaca, ketersediaan air, biaya produksi, hingga fluktuasi harga hasil panen.

Karena itu, program pembangunan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Pendampingan yang tepat dapat membantu petani menentukan pola tanam, memperbaiki teknik budidaya, dan mencari pasar yang lebih menguntungkan.

Bagi UMKM, dukungan dapat diarahkan pada pengemasan, standardisasi produk, promosi, dan pengembangan jaringan penjualan.

Penguatan sektor ekonomi rakyat juga perlu disertai evaluasi yang terukur. Pemerintah daerah dapat menilai keberhasilan program berdasarkan peningkatan pendapatan pelaku usaha, produktivitas pertanian, penyerapan tenaga kerja lokal, serta keberlanjutan usaha setelah menerima bantuan.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya terlihat dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang diluncurkan.

Ukuran yang lebih penting adalah perubahan nyata dalam kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan mengembangkan sumber penghasilannya.

Pengalaman Pandemi Menjadi Pelajaran bagi Ekonomi Daerah

Endah menyebut ketangguhan sektor ekonomi mikro dan pertanian telah terlihat ketika masyarakat menghadapi krisis pandemi Covid-19.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat usaha masyarakat dan sektor yang menopang kebutuhan dasar.

“Kita diminta untuk mendampingi para pelaku usaha mikro dan para petani dan peternak, berarti beliau fokus kepada pertanian dan peternakan,” ujar Endah.

Pandemi memperlihatkan bagaimana guncangan ekonomi dapat memengaruhi kegiatan usaha, lapangan pekerjaan, dan daya beli masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, keberadaan sumber penghasilan yang beragam menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor ekonomi.

Meski setiap sektor memiliki kerentanan masing-masing, pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Dukungan terhadap sektor tersebut juga dapat membantu mempertahankan kegiatan produksi di tingkat lokal ketika sektor lain mengalami perlambatan.

Bagi Gunungkidul, pelajaran itu perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang tidak hanya bersifat responsif saat krisis terjadi.

Pemerintah daerah perlu membangun sistem pendampingan, pemasaran, dan pengelolaan produksi yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Tantangan Mengubah Potensi Lokal Menjadi Kesejahteraan

Arahan Sultan memberikan penekanan pada pembangunan yang bertolak dari karakteristik dan kemampuan daerah.

Namun, mengandalkan potensi lokal bukan berarti menutup peluang investasi atau menolak perkembangan industri sepenuhnya.

Persoalan utamanya adalah menentukan sektor mana yang paling sesuai dengan kondisi masyarakat dan bagaimana manfaat pertumbuhan ekonomi dapat tersebar lebih luas.

Investasi tetap dapat menjadi bagian dari pembangunan selama keberadaannya mendukung perekonomian lokal, membuka kesempatan kerja yang relevan bagi penduduk, atau membantu meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Di sisi lain, sektor pertanian dan UMKM juga memerlukan pembaruan teknologi, manajemen, serta akses pasar agar tidak tertinggal dalam persaingan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul perlu menerjemahkan arahan tersebut ke dalam prioritas program yang konkret.

Pengembangan komoditas unggulan, pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, penguatan koperasi dan kelompok usaha, serta perluasan pemasaran produk lokal dapat menjadi bagian dari agenda tersebut.

Pada akhirnya, pembangunan Gunungkidul tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menarik investor.

Kemampuan pemerintah daerah mengelola sumber daya yang sudah dimiliki, memperkuat usaha masyarakat, dan menciptakan nilai tambah dari potensi lokal juga akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pesan Sultan tentang Dewi Sri menjadi pengingat bahwa pertanian bukan sekadar sektor tradisional yang harus dipertahankan.

Jika dikelola secara produktif, terhubung dengan pasar, dan didukung kebijakan yang konsisten, sektor ini dapat menjadi salah satu fondasi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *