Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
PETANI  

Bangka Selatan Surplus Beras, Produksi 2025 Capai 26.507 Ton

Kabar-Tani,com|- PANGKALPINANG — Kabupaten Bangka Selatan menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mencatat tingkat ketersediaan beras di atas 100 persen.

Produksi beras petani pada 2025 mencapai 26.507 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat diproyeksikan 19.335 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan tingkat ketersediaan beras di Bangka Selatan mencapai 137,09 persen.

“Bangka Selatan menjadi satu-satunya daerah di Kepulauan Bangka Belitung yang mencapai tingkat ketersediaan beras di atas 100 persen,” kata Kurniawan di Pangkalpinang, Kamis.

Menurut dia, produksi beras tersebut setara dengan 29.483 ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah itu berada di atas kebutuhan beras masyarakat Bangka Selatan yang pada 2026 diproyeksikan mencapai 19.335 ton.

Kondisi tersebut membuat Bangka Selatan memiliki surplus beras sekaligus menjadi daerah dengan kemampuan produksi yang relatif mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Lahan Sawah Jadi Penopang Produksi Beras

Kurniawan mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari ketersediaan lahan baku sawah (LBS) yang cukup luas.

Bangka Selatan memiliki sekitar 15.356 hektare LBS, terbesar dibandingkan kabupaten lain di Kepulauan Bangka Belitung.

Luas lahan itu menjadi salah satu modal penting untuk menjaga produksi beras.

Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui sejumlah strategi di tingkat petani.

Di antaranya penggunaan benih bermutu, peningkatan indeks pertanaman, serta perbaikan mutu hasil panen dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama pada tahap pascapanen.

Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga kualitas beras yang dihasilkan petani.

Irigasi dan Jalan Usaha Tani Diperkuat

Selain faktor lahan dan produktivitas, infrastruktur pertanian turut menjadi penunjang produksi.

Pemerintah melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) serta pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani.

Infrastruktur tersebut memudahkan petani dalam mengelola lahan, mengangkut sarana produksi maupun hasil panen, serta menjaga kelancaran kegiatan pertanian.

Menurut Kurniawan, dukungan infrastruktur menjadi bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan yang berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung.

Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Keberhasilan Bangka Selatan mempertahankan surplus beras juga dikaitkan dengan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan pertanian.

Lahan produktif yang tetap terjaga memberi ruang bagi petani untuk mempertahankan kegiatan budidaya padi.

Kebijakan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan pembangunan dan perubahan penggunaan lahan.

“Bangka Selatan berhasil menjadi daerah swasembada beras karena komitmen daerah dalam pengendalian alih fungsi lahan, sehingga luas lahan pertanian produktif tetap terjaga,” ujar Kurniawan.

Capaian produksi tersebut menjadi bagian dari program DPKP Kepulauan Bangka Belitung dalam mempercepat swasembada pangan.

Pemerintah berharap peningkatan produksi tidak hanya memperkuat ketersediaan pangan daerah, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan produksi 2025 yang mencapai 26.507 ton dan kebutuhan 2026 sebesar 19.335 ton, Bangka Selatan memiliki selisih produksi sekitar 7.172 ton.

Angka itu menunjukkan kapasitas produksi beras daerah tersebut berada di atas kebutuhan konsumsi masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *