Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Dasar di Papua

Kabar-Tani.com|-JAYAPURA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di Papua.

Pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada konektivitas jalan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat mendapat perhatian yang sama.

Dalam kunjungannya ke Papua pada Jumat, 18 September 2026, AHY mengatakan pembangunan di wilayah tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh.

Infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, perumahan, pendidikan, hingga akses jalan dinilai berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Menurut AHY, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata menyangkut pembangunan fisik.

Infrastruktur juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi dan manfaat pembangunan harus dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Papua.

“Pembangunan, terutama ekonomi, itu adalah milik semua, bukan hanya milik masyarakat Jawa misalnya, ini milik masyarakat Papua,” ujar AHY di Jayapura.

Air Bersih Jadi Perhatian Utama

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah ketersediaan air bersih.

AHY menilai akses terhadap air bersih memiliki dampak luas, bukan hanya terhadap kebutuhan rumah tangga, tetapi juga kesehatan, peternakan, dan pertanian.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dasar, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

“Air bersih ini sumber hidup,” kata AHY.

Karena itu, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan diminta mengawal program yang berkaitan dengan peningkatan akses air bersih di Papua.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah penyediaan rumah layak huni, fasilitas mandi cuci kakus (MCK), serta jamban yang memenuhi standar kesehatan.

Sanitasi Berkaitan dengan Kesehatan

AHY juga menyoroti hubungan antara kondisi lingkungan tempat tinggal dan kesehatan masyarakat.

Menurut dia, persoalan seperti stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi kondisi rumah dan sanitasi.

Ketersediaan sanitasi yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Rumah yang sehat, akses air bersih, serta fasilitas sanitasi yang memadai dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau jumlah proyek fisik yang diselesaikan.

Ketersediaan fasilitas dasar yang digunakan masyarakat setiap hari juga menjadi indikator penting.

Infrastruktur dan Pendidikan Harus Berjalan Bersamaan

Selain infrastruktur dasar, AHY menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan Papua.

Ia menilai pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.

Setiap anak, kata dia, perlu memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat sekaligus mendapatkan pendidikan yang layak.

“​​Kemiskinan itu diputus oleh pendidikan,” ujar AHY.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong pembangunan dan revitalisasi sekolah.

Salah satu program yang disebut adalah Program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat.

Pembangunan sekolah dengan dukungan infrastruktur dasar di sekitarnya menjadi penting karena akses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Pembangunan Papua Tidak Hanya Soal Jalan

Dorongan AHY mempercepat pembangunan infrastruktur dasar menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu fokus pembangunan Papua.

Selama ini, pembangunan konektivitas menjadi bagian penting dalam membuka keterisolasian wilayah.

Namun, akses jalan saja tidak otomatis menyelesaikan persoalan apabila masyarakat masih menghadapi keterbatasan air bersih, sanitasi, rumah layak, dan fasilitas pendidikan.

Karena itu, pendekatan pembangunan yang lebih terpadu diperlukan agar infrastruktur yang dibangun memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Bagi Papua, tantangannya bukan sekadar menghadirkan proyek infrastruktur, melainkan memastikan fasilitas tersebut dapat diakses, digunakan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemerintah kini mendorong agar berbagai kebutuhan tersebut dikawal secara lebih terintegrasi.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Papua diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi turut memperkuat kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *