Kabar-Tani.com|- JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mempercepat pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur jalan pascabencana.
Upaya ini difokuskan pada pemulihan lahan sawah, penyesuaian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang agar lebih aman dan tahan terhadap kerusakan berulang.
Sebanyak 50 hektare sawah terdampak bencana.
Dari total tersebut, enam hektare mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur, sedangkan 44 hektare lainnya terdampak kerusakan jaringan irigasi primer dan sekunder.
Kementerian Pertanian telah menyalurkan satu traktor roda empat, satu traktor roda dua, dan dua unit penyemprot tangan kepada petani di Dusun II Sibande, Desa Tanjung Meriah.
Namun, keterbatasan akses dan ukuran petak sawah membuat traktor roda empat belum dapat digunakan secara optimal di lahan tersebut.
Alat itu kemudian dimanfaatkan untuk mengolah lahan darat guna penanaman padi gogo.
Sementara itu, petani mengusulkan bantuan kultivator berukuran lebih kecil agar pengolahan sawah dapat dilakukan sesuai kondisi lapangan.
Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, menekankan pentingnya menyesuaikan jenis alsintan dengan kebutuhan petani.
Menurut Fadjar, pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian perlu memverifikasi kebutuhan alat, kesiapan operator, kemampuan alsintan yang tersedia, serta rencana pemeliharaannya.
Langkah tersebut juga akan diselaraskan dengan rencana pengadaan 117 unit alsintan prapanen dan pascapanen senilai sekitar Rp 8,8 miliar dalam Rencana Induk 2026 untuk menghindari tumpang tindih bantuan.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan kabupaten ruas Salak-Kuta Liang di Desa Kecupak, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut, masih berada pada tahap awal.
Proyek yang didanai melalui skema Transfer ke Daerah itu menghadapi tantangan berupa lereng curam, ruang lalu lintas terbatas, dan kebutuhan pasokan material dari Subulussalam, Aceh.
Fadjar mengingatkan agar perbaikan jalan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kestabilan tanah penopang, sistem drainase, pembatas pengaman, dan rambu lalu lintas.
Pengaturan arus kendaraan serta penyesuaian jadwal kerja terhadap musim penghujan juga diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan berulang.
Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat akan memantau perkembangan pekerjaan secara berkala dan melaporkan kendala yang memerlukan dukungan pemerintah pusat melalui Satgas PRR.
Pemulihan sawah dan jalan diharapkan dapat mempercepat aktivitas pertanian sekaligus memulihkan konektivitas masyarakat pascabencana.



