Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
DAERAH  

Khofifah Perluas Program SIKAP Jatim ke 1.548 Sekolah

Kabar-Tani.com | – SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas inovasi ketahanan pangan melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

Hingga 2026, program yang digagas untuk mengintegrasikan pendidikan dengan budidaya pangan tersebut telah menjangkau 1.548 sekolah di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sekolah memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain menjadi tempat menimba ilmu, lingkungan pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai ruang praktik budidaya tanaman pangan dan hewan ternak.

Menurut Khofifah, keterlibatan warga sekolah dalam program SIKAP menunjukkan bahwa upaya memperkuat ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

Sekolah tidak harus memiliki lahan pertanian yang luas untuk menghasilkan produk pangan.

“Ketahanan tidak harus dari lahan luas yang berhektar-hektar, tetapi dapat dimulai dari lahan seadanya yang kita miliki,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis di Surabaya.

SIKAP Jatim diterapkan di 1.548 sekolah

Pada 2026, pelaksanaan Program SIKAP mencakup 596 sekolah menengah atas (SMA), 759 sekolah menengah kejuruan (SMK), dan 193 sekolah luar biasa (SLB).

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan menyasar berbagai jenjang dan karakteristik peserta didik.

Melalui kegiatan budidaya, sekolah didorong mengoptimalkan lahan yang tersedia sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Area sekolah yang sebelumnya kurang produktif dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan maupun mengembangkan kegiatan peternakan yang sesuai.

Hasil budidaya diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan produk pangan secara berkelanjutan.

Bahkan, hasil panen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan sekolah.

Khofifah menilai, pendekatan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan.

Sinergi antara sektor pendidikan dan program pembangunan nasional dinilai dapat menumbuhkan kesadaran pangan sejak dini.

Belajar menanam sekaligus membangun karakter siswa

Program SIKAP tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen.

Kegiatan menanam, merawat tanaman, memelihara ternak, hingga memanen memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa.

Dari proses tersebut, peserta didik dapat memahami bagaimana pangan diproduksi, apa saja faktor yang memengaruhi produktivitas, serta pentingnya menjaga lingkungan.

Pengalaman praktik juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dalam kehidupan sehari-hari.

Khofifah mengatakan, aktivitas budidaya dapat membentuk karakter mandiri, disiplin, kreatif, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan.

Kerja bersama dalam merawat tanaman maupun mengelola kegiatan pangan juga mendorong tumbuhnya semangat gotong royong.

Pendekatan ini selaras dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning, yang menekankan pemahaman melalui pengalaman dan penerapan pengetahuan.

Dengan terlibat langsung, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui teori pertanian, tetapi juga memahami proses dan tantangan dalam menghasilkan pangan.

Raih penghargaan inovasi pelayanan publik 2026

Program SIKAP turut mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 untuk kategori Innovation for Public Service yang diselenggarakan TV One.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Komjen Pol. (Purn.) Purwadi Arianto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut SIKAP sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam menyelaraskan inovasi daerah dengan prioritas pembangunan nasional, terutama di bidang ketahanan pangan.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas inovasi pelayanan publik yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan pembangunan.

Namun, keberlanjutan program tetap membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, peningkatan kapasitas guru, kemitraan, serta pengembangan metode budidaya yang sesuai dengan kondisi setempat.

Khofifah berharap sekolah terus merawat dan mengembangkan kegiatan SIKAP agar mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Dengan pengelolaan yang konsisten, sekolah berpeluang menjadi ruang pembelajaran produktif sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lokal.

Melalui program ini, pendidikan ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori.

Siswa juga dapat memperoleh keterampilan praktis dan kesadaran bahwa kemandirian pangan merupakan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *