Kabar-Tani.cm | – JAKARTA – Kantor Staf Presiden (KSP) memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan organisasi profesi pertanian untuk mempercepat program ketahanan pangan nasional.
Sinergi ini diarahkan untuk mendukung swasembada pangan melalui pengembangan lahan pertanian, optimalisasi lahan, penyediaan pupuk, serta penguatan komoditas prioritas.
Pelaksana Tugas Deputi II KSP, Prof. Popy Rufaidah, mengatakan pihaknya berperan memfasilitasi koordinasi lintas sektor agar program pemerintah berjalan lebih efektif.
Kolaborasi tersebut akan diselaraskan dengan program Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Popy, sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan (Oplah), dan pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani.
Dukungan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program melalui riset, pengembangan teknologi, dan pendampingan berbasis keilmuan.
Unpad dan PISPI Siapkan Kolaborasi Ketahanan Pangan di Garut
Langkah konkret sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara penyiapan Nota Kesepahaman antara Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pengurus Pusat Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI).
Kerja sama itu berfokus pada penyempurnaan program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Popy menyambut positif usulan Fakultas Pertanian Unpad untuk terlibat dalam penguatan program pemerintah.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan dukungan akademik sekaligus menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pertanian di lapangan.
KSP selanjutnya akan mengoordinasikan usulan kolaborasi tersebut dengan kementerian dan lembaga terkait agar pelaksanaannya sejalan dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Fakultas Pertanian Siapkan Rencana Aksi Komoditas Prioritas
Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, menyatakan dukungan fakultas terhadap agenda ketahanan pangan nasional melalui pendidikan dan penelitian.
Sementara itu, Guru Besar Sosiologi dan Penyuluhan Pertanian Unpad, Prof. Dr. Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa tim Fakultas Pertanian akan menyiapkan rencana aksi di sejumlah lokasi.
Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan komoditas prioritas yang dinilai berperan dalam mendukung swasembada pangan.
Pelaksanaan rencana aksi akan dikoordinasikan bersama Korem 062/Tarumanegara dan berbagai organisasi terkait.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan kapasitas akademisi, tenaga profesional pertanian, serta unsur pelaksana di lapangan.
KSP juga membuka peluang bagi fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan organisasi profesi lainnya untuk bergabung dalam upaya tersebut.
Melalui pendekatan lintas sektor, pemerintah berharap penguatan riset, koordinasi kelembagaan, dan pelaksanaan program di tingkat daerah dapat berjalan beriringan.
Sinergi ini menjadi salah satu upaya mendukung agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan mencapai swasembada pangan nasional.
Meski demikian, efektivitas kolaborasi tersebut nantinya akan bergantung pada tindak lanjut rencana aksi, koordinasi antarinstansi, serta penerapan hasil kajian di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.



