Kabar-Tani.com | – BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan upah Rp250.000 per orang per hari bagi warga yang ikut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Insentif tambahan atau bonus juga dijanjikan apabila api dapat dipadamkan dalam waktu singkat.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk mempercepat penanganan kebakaran yang melanda sejumlah titik di kawasan Kuningan.
Dedi berharap keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar dapat membantu petugas mengendalikan api sebelum kebakaran meluas dan mengancam permukiman warga.
“Kami menyiapkan Rp250 ribu per orang untuk sehari kerja pemadaman api. Dan apabila apinya cepat terpadamkan segera, kami memberikan bonus,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya, sebagaimana dikonfirmasi di Bandung, Kamis.
Dedi Mulyadi Ajak Warga Bergerak Padamkan Api
Dedi menginstruksikan mobilisasi warga dengan koordinasi kepala desa, ketua RT/RW, serta camat setempat.
Pengerahan masyarakat secara khusus menyasar warga Desa Seda dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, yang wilayahnya berbatasan dengan lokasi kebakaran.
Menurut Dedi, keterlibatan warga diperlukan untuk mempercepat pemadaman, terutama di medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
Ia memperkirakan pengerahan hingga seribu orang dapat membantu menuntaskan kebakaran dalam waktu relatif singkat.
Dedi juga mengingatkan bahwa kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan meningkatkan risiko bagi lingkungan sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
Meski demikian, upaya pemadaman di kawasan hutan dan pegunungan membutuhkan koordinasi yang ketat agar keselamatan warga maupun petugas tetap terjaga.
Dua Lokasi di Kuningan Terdampak Karhutla
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, kebakaran terdeteksi sejak Rabu malam, 21 Oktober.
Dua lokasi yang dilaporkan terdampak berada di Kabupaten Kuningan.
Lokasi pertama berada di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi.
Kebakaran melanda lahan bambu seluas sekitar dua hektare, dengan luas area yang hangus terbakar dilaporkan mencapai 1,5 hektare.
Lokasi kedua berada di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Api membakar kawasan hutan di wilayah Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.
Hingga laporan tersebut disampaikan, luas keseluruhan area yang terbakar di lokasi ini masih dalam proses pendataan.
Penanganan darurat melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), UPT Pemadam Kebakaran, serta Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Di Desa Pasayangan, lima personel piket UPT Damkar Satpol PP Kuningan telah melakukan proses pendinginan selama 35 menit.
Sementara itu, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama masyarakat setempat terus menyisir kawasan hutan untuk mencari dan memadamkan sisa titik api.
Penyebab awal kebakaran di kawasan hutan tersebut masih dalam penyelidikan.
Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Membakar Ilalang
Di tengah upaya pemadaman, Dedi meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran ilalang untuk kepentingan pertanian maupun aktivitas lainnya.
Imbauan ini disampaikan mengingat cuaca sedang terik dan curah hujan belum merata di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Menurut dia, kebiasaan membakar lahan pada kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, terlebih jika api merambat ke vegetasi lain dan sulit dikendalikan.
Dedi juga memohon doa masyarakat agar proses pemadaman kebakaran Gunung Ciremai berjalan lancar dan api segera dapat dikendalikan.
Penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai kini menjadi perhatian penting, bukan hanya untuk mencegah meluasnya kerusakan hutan, melainkan juga untuk melindungi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Kolaborasi petugas dan warga diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.



