Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Kentang Lokal Chitra, Upaya Kementan Kurangi Ketergantungan Benih Impor

Kabar-Tani.com | – JAKARTA,  – Pemerintah terus mendorong kemandirian benih kentang nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat produksi benih bersertifikat di dalam negeri, termasuk melalui pengembangan varietas unggulan lokal di kawasan Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau pusat penangkaran dan industri benih kentang di Sembalun pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat kapasitas produksi sekaligus memastikan kualitas benih kentang lokal yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan petani dan industri pengolahan pangan.

Penguatan produksi benih domestik mendapat sambutan positif dari petani setempat.

Kehadiran varietas lokal dinilai dapat menjadi alternatif di tengah berbagai kendala yang dihadapi petani dalam menggunakan benih impor.

Salah satu varietas yang menjadi perhatian adalah kentang Chitra, yang dikembangkan oleh PT Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS).

Varietas ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku industri makanan.

Kentang Chitra Tawarkan Alternatif Benih Lokal

Kentang Chitra memiliki sejumlah karakteristik yang dinilai menguntungkan bagi kegiatan budidaya.

Varietas ini disebut lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta memiliki produktivitas tinggi.

Selain untuk kebutuhan konsumsi, Chitra juga dinilai sesuai dengan kualifikasi industri pengolahan makanan, terutama untuk produksi keripik kentang.

Karakteristik tersebut membuka peluang bagi petani untuk memasok hasil panen ke segmen pasar industri yang membutuhkan bahan baku dengan spesifikasi tertentu.

Pengembangan varietas lokal seperti Chitra menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kebutuhan petani dengan permintaan industri pengolahan.

Dengan tersedianya benih yang sesuai dengan kondisi budidaya dan kebutuhan pasar, rantai pasok kentang diharapkan dapat berkembang lebih kuat.

Meski demikian, penguatan peran benih lokal tetap membutuhkan dukungan produksi yang konsisten, pengawasan mutu, serta akses distribusi yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani.

Kementan Perkuat Produksi Benih Bersertifikat

Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengawasan Sertifikasi Benih Kementerian Pertanian, Endar Hery Susanto, mengatakan peninjauan ke Sembalun dilakukan untuk mengetahui kemampuan produksi benih sekaligus memastikan mutu benih kentang bersertifikat yang dihasilkan di dalam negeri.

Menurut Endar, sertifikasi menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas benih yang diproduksi.

Ketersediaan benih bermutu dinilai berperan dalam mendukung keberhasilan budidaya dan meningkatkan daya saing produksi kentang nasional.

“Jadi namanya kentang sudah diproduksi dengan sertifikasi, berarti kentangnya berkualitas.

Ke depan harapan kita bisa mandiri benih, dari pengalaman kita bisa mandiri dan kuat,” ujar Endar dalam siaran pers, Kamis.

Pemerintah menilai penguatan penangkaran benih di daerah sentra produksi, seperti Sembalun, dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk memperluas ketersediaan benih berkualitas yang dapat diakses oleh petani.

Kurangi Ketergantungan Impor, Perkuat Industri Kentang

Ketergantungan terhadap benih impor menjadi salah satu tantangan dalam membangun sistem produksi kentang yang mandiri.

Karena itu, pengembangan benih lokal diarahkan untuk memperkuat pasokan domestik sekaligus membuka alternatif bagi petani dan pelaku industri pengolahan makanan.

Ketersediaan benih berkualitas di dalam negeri berpotensi mendukung kesinambungan produksi, sedangkan varietas yang sesuai dengan kebutuhan industri dapat memperluas peluang pemasaran hasil panen petani.

Namun, upaya menuju kemandirian benih tidak hanya bergantung pada pengembangan varietas.

Konsistensi mutu, kapasitas penangkaran, sertifikasi, distribusi, serta kesesuaian hasil panen dengan standar industri juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi.

Melalui penguatan industri benih domestik dan pengembangan varietas unggulan lokal, pemerintah berharap ketergantungan terhadap benih impor dapat dikurangi secara bertahap.

Langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok kentang sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Pengembangan kentang Chitra menjadi salah satu contoh potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan industri pengolahan pangan.

Dengan dukungan produksi benih bersertifikat dan sistem distribusi yang memadai, varietas lokal berpeluang mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *