Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia

Amran Sulaiman Dinilai Berkinerja Terbaik di Kabinet

Kabar-Tani.com|-JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia (APROPI) Yanurius Nunuhitu menilai Menteri Pertanian Amran Sulaiman menunjukkan kinerja menonjol dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

Penilaian itu disampaikan di tengah apresiasi terhadap Amran yang disebut masuk sebagai anggota kabinet dengan kinerja terbaik pada 2025 dan 2026.

Yanurius menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri AgrochemBIZ Show Indonesia 2026 di Grand Ballroom Swissotel Jakarta PIK Avenue, Rabu, 16 September 2026.

“Kami menyampaikan selamat kepada Bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas dinobatkannya sebagai anggota Kabinet Berkinerja Terbaik 2025 dan 2026,” kata Yanurius.

Penilaian Berbasis Data Pemerintah

Menurut informasi yang disampaikan dalam acara tersebut, Amran memperoleh skor kinerja tertinggi di antara menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

Penilaian tersebut diklaim tidak menggunakan survei persepsi publik.

Metodologinya menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Sejumlah indikator digunakan untuk mengukur kinerja, mulai dari keluaran kebijakan hingga dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian.

Enam dimensi yang digunakan terdiri atas:

  • Policy Output: 20 persen
  • Policy Outcome: 25 persen
  • Implementation Effectiveness: 20 persen
  • Public and Economic Impact: 15 persen
  • Policy Innovation: 10 persen
  • Intergovernmental Coordination: 10 persen

Data penilaian disebut berasal dari dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral.

Harga Panen Jadi Perhatian

Yanurius mengatakan ketahanan pangan bukan agenda baru.

Pemerintah dari berbagai periode telah menjadikannya sebagai salah satu tujuan pembangunan pertanian.

Namun, menurut dia, pemerintahan saat ini memperlihatkan dorongan yang kuat untuk mengejar target tersebut.

Ia menilai salah satu kebijakan penting adalah menjaga agar harga hasil panen tetap memberikan insentif ekonomi kepada petani.

Penyerapan gabah oleh Bulog, kata Yanurius, turut berperan dalam menjaga kepastian pasar.

Ketika hasil produksi memiliki pembeli dan harga relatif terjaga, petani memiliki alasan ekonomi untuk mempertahankan kegiatan produksi.

“Pak Amran punya komitmen yang kuat dan totalitas dalam menghadapi ini,” ujar Yanurius.

Selain persoalan harga, ia menyoroti ketersediaan sarana produksi.

Menurut Yanurius, pemerintah perlu memastikan petani dapat memperoleh benih, bibit, pupuk, obat-obatan pertanian, serta berbagai kebutuhan produksi dengan mudah dan harga yang terjangkau.

Kebijakan Impor Beras Disorot

Kebijakan pemerintah menghadapi persoalan impor beras juga menjadi perhatian Yanurius.

Ia menilai keputusan pemerintah ketika menghadapi tekanan impor di tengah tingginya harga beras domestik berkaitan dengan upaya memberikan kepastian kepada petani.

Menurut dia, kebijakan pangan tidak hanya berdampak pada konsumen.

Keputusan mengenai produksi, harga dan impor juga menentukan seberapa besar insentif yang diterima petani untuk kembali menanam pada musim berikutnya.

Persoalan tersebut sekaligus berhubungan dengan keberlangsungan industri pendukung pertanian.

Kepastian kebijakan, menurut Yanurius, membuat pelaku usaha pupuk, pestisida, benih hingga alat dan mesin pertanian memiliki dasar yang lebih jelas dalam menjalankan bisnis.

“Pak Amran ini karakter petarung,” kata dia.

Pendapatan Petani dan Efek Berantai

Yanurius juga mengaitkan peningkatan pendapatan petani dengan pergerakan ekonomi di sektor pertanian.

Ketika pendapatan petani membaik, permintaan terhadap berbagai input produksi, seperti pupuk, pestisida dan benih, berpotensi meningkat.

Perputaran ekonomi kemudian tidak berhenti di tingkat usaha tani, tetapi dapat menjalar ke kebutuhan rumah tangga petani.

Efek berantai tersebut membuat kebijakan pangan memiliki dimensi yang lebih luas.

Keputusan pemerintah mengenai harga panen, produksi, distribusi, sarana produksi dan impor pada akhirnya berkaitan dengan aktivitas ekonomi di sepanjang rantai pertanian.

“Efek dari suasana badan pangan ini kerasa sampai tingkat petani,” ujar Yanurius.

Bagi industri agroinput, kondisi tersebut menjadi sinyal penting.

Kepastian produksi pertanian berarti kebutuhan terhadap sarana produksi tetap terjaga.

Pada saat yang sama, peningkatan kesejahteraan petani dapat memperkuat daya beli terhadap input yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Namun, keberlanjutan ketahanan pangan tetap bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, konsumen, industri dan stabilitas pasokan.

Kebijakan harga serta pengelolaan impor menjadi bagian penting dari keseimbangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *