Berita Pertanian Terkini & Terbaru
Kabar Tani - Portal Berita Pertanian Terpercaya Indonesia
DAERAH  

Pompa Tenaga Surya di Samosir Aliri 82 Hektare Sawah

Kabar-Tani.com|- SAMOSIR, SUMUT. — Pemerintah bersama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia meresmikan operasional Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompuratus, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Sistem irigasi berbasis energi surya itu dirancang untuk mengairi 82 hektare sawah sekaligus membuka peluang peningkatan produksi padi petani setempat.

Selama ini, sebagian petani di wilayah tersebut masih mengandalkan sawah tadah hujan.

Kondisi itu membuat musim tanam terbatas, bahkan sebagian lahan hanya dapat ditanami sekali dalam setahun.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo mengatakan kehadiran PATS diharapkan mengubah pola produksi pertanian masyarakat.

Menurut dia, sistem tersebut berpotensi meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Pompa Air Tenaga Surya ini dapat meningkatkan produktivitas dari yang biasanya hanya satu kali produksi bisa menjadi dua sampai dengan tiga kali,” ujar Leonardo saat peresmian operasional PATS di Samosir, Sabtu.

Ia mengatakan peningkatan produktivitas tersebut diharapkan berujung pada perbaikan kesejahteraan petani.

Sebanyak 749 petani tercatat menjadi penerima manfaat dari keberadaan infrastruktur irigasi tersebut.

Pasok Air dari Danau Toba

PATS Sibonor Ompuratus mengambil dan memasok air irigasi dari Danau Toba dengan debit sekitar 1.900 meter kubik per hari.

Ketersediaan air yang lebih terjamin menjadi faktor penting bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan untuk lahan pertanian.

Dengan sistem tersebut, produksi padi ditargetkan meningkat tiga kali lipat.

Dari produksi sekitar 50 ton per tahun, hasil panen di kawasan penerima manfaat diproyeksikan mencapai 150 ton per tahun.

Target itu sekaligus menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini membayangi pertanian di kawasan Sibonor Ompuratus.

Distribusi air dari Danau Toba yang belum merata serta karakteristik tanah pasir berlempung membuat produktivitas lahan tidak selalu optimal.

Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko gagal panen ketika pasokan air tidak mencukupi.

Kehadiran PATS memungkinkan distribusi air dilakukan dengan sumber energi yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil.

Sistem ini menggantikan pompa irigasi sebelumnya yang menggunakan bahan bakar pertalite.

Energi Surya Tekan Emisi

Selain menopang produksi pertanian, penggunaan panel surya pada sistem pompa juga membawa manfaat dari sisi lingkungan.

Leonardo mengatakan pemanfaatan energi matahari diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 10,18 ton CO2e per tahun.

Pengurangan tersebut berasal dari efisiensi penggunaan bahan bakar fosil untuk kebutuhan pompa irigasi.

“PATS di Desa Sibonor Ompurotus ini akan menjadi contoh bagaimana upaya yang kita lakukan bersama nantinya akan mengurangi emisi 10,18 ton CO2 equivalent per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil,” kata Leonardo.

Dengan demikian, proyek tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai pembangunan infrastruktur pertanian, tetapi juga sebagai contoh penerapan teknologi rendah karbon di daerah.

Proyek Percontohan Rp5,7 Miliar

Pembangunan PATS Sibonor Ompuratus menelan pembiayaan sekitar Rp5,7 miliar.

Proyek ini merupakan proyek percontohan inovasi teknologi rendah karbon yang masuk dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) fase 2.

Deputi Development Director UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Freddie Brunt mengatakan pengoperasian pompa tenaga surya menunjukkan bahwa transisi energi bersih dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian.

Menurut dia, energi bersih bukan hanya berkaitan dengan upaya menekan emisi, tetapi juga dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan air dan pangan.

“Pompa air tenaga surya menunjukkan bagaimana energi bersih dapat memberikan berbagai manfaat sekaligus, meningkatkan ketahanan air untuk pertanian dan memperkuat pangan,” ujar Freddie.

Model tersebut dinilai relevan bagi wilayah pertanian yang memiliki potensi sumber air tetapi menghadapi keterbatasan akses terhadap energi untuk menggerakkan sistem irigasi.

Pemerintah Pusat dan Daerah Terlibat

Pelaksanaan proyek PATS Sibonor Ompuratus melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Pemerintah Inggris.

Kementerian PPN/Bappenas berperan mengoordinasikan program sekaligus mengintegrasikan perencanaan antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menyediakan pendanaan hibah dengan pengelolaan OPML.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan lokasi sekaligus mengawal pelaksanaan program.

Adapun Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Pemerintah Desa Sibonor Ompuratus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan operasional sistem.

Keduanya juga berkomitmen menjaga konservasi lahan di wilayah hulu.

Bagi petani, keberadaan PATS diharapkan bukan sekadar menghadirkan air ke persawahan.

Infrastruktur itu diharapkan mengubah pola tanam, meningkatkan produksi, menekan risiko gagal panen, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.

Di sisi lain, penggunaan tenaga surya memperlihatkan bahwa pengembangan pertanian dan agenda pengurangan emisi dapat berjalan dalam satu sistem.

Sibonor Ompuratus pun menjadi salah satu contoh bagaimana energi bersih dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan dasar di tingkat petani: air, produktivitas, dan ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *