Kabar-Tani.com | – MEDAN — Sumatera Utara (Sumut) memperkuat posisinya di pasar internasional melalui pengiriman komoditas unggulan sektor pertanian dan perikanan senilai lebih dari Rp258,96 miliar.
Ekspor tersebut mencakup berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari sarang burung walet, kepiting bakau, kopi, pinang, hingga buah pala yang dipasarkan ke sejumlah negara.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, mengatakan pengiriman komoditas tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat pelepasan ekspor di Kompleks MMTC, Jalan Willem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis.
Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding.
Kopi dan produk pertanian mendominasi ekspor Sumut
Dari total nilai ekspor tersebut, komoditas pertanian menyumbang lebih dari Rp247 miliar.
Produk yang dikirim meliputi kopi, pinang, buah pala, bunga, dan sejumlah komoditas lainnya.
Total volume ekspor pertanian mencapai 9.552.899 kilogram dengan tujuan 16 negara.
Capaian ini memperlihatkan besarnya potensi hasil pertanian Sumut untuk bersaing di pasar global, terutama melalui komoditas yang memiliki permintaan internasional.
Sementara itu, sektor perikanan dan produk hewani juga memberikan kontribusi terhadap nilai perdagangan luar negeri Sumut.
Sarang burung walet tercatat memiliki nilai ekspor Rp11,22 miliar dengan berat mencapai 625,94 kilogram.
Adapun kepiting bakau yang dikirim ke Tiongkok bernilai Rp745 juta, dengan jumlah 18.400 ekor atau setara 4.600 kilogram.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa produk unggulan daerah tidak hanya mengandalkan volume pengiriman, tetapi juga memiliki peluang menghasilkan nilai tambah melalui komoditas bernilai tinggi.
Perkuat daya saing dan kepercayaan pasar internasional
Timur mengatakan penguatan ekspor sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meningkatkan daya saing daerah dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurut dia, posisi strategis Sumut sebagai salah satu pusat perekonomian di Pulau Sumatera menjadi modal penting untuk memperluas hubungan perdagangan lintas negara.
Upaya tersebut juga relevan dengan pembahasan kerja sama kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang sebelumnya melibatkan para kepala daerah.
Kerja sama regional dinilai dapat membuka peluang pemasaran produk unggulan sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah.
Namun, peningkatan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan komoditas.
Kepastian hukum, stabilitas harga, konsistensi pasokan, serta pemenuhan standar mutu dan kualitas produk tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dari luar negeri.
Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan terhadap aktivitas ekspor dan impor terus diperkuat agar pelaku usaha dapat menjalankan perdagangan secara berkelanjutan.
Karantina menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ekspor
Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengapresiasi nilai ekspor komoditas unggulan Sumatera Utara yang mencapai lebih dari Rp258,96 miliar.
Menurut dia, capaian tersebut memperlihatkan besarnya potensi sektor pertanian dan perikanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menambah penerimaan daerah.
Di sisi lain, pengawasan karantina dan pemenuhan persyaratan negara tujuan menjadi aspek penting dalam menjaga keamanan serta kualitas komoditas yang diperdagangkan.
Standar produk yang terjaga dapat membantu memperkuat reputasi komoditas Indonesia di pasar internasional.
Hal ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha daerah untuk mempertahankan pelanggan lama sekaligus menjangkau pasar baru.
Ke depan, pengembangan ekspor Sumatera Utara membutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga karantina, petani, nelayan, dan pelaku usaha.
Penguatan kualitas produksi, pengolahan hasil, serta akses pasar diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dikirim ke luar negeri.
Dengan potensi kopi, pinang, sarang burung walet, kepiting bakau, dan berbagai produk unggulan lainnya, Sumatera Utara memiliki peluang untuk memperluas kontribusinya terhadap perdagangan internasional.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekspor tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerah.



